Jurnalis investigasi sangat seletif dan skeptis terhadap bahan berita resmi, meneliti dengan kritis setiap pendapat, catatan dan bocoran informasi, tidak serta merta membenarkan. Jika wartawan umum memberitakan apa yang terjadi atau yang diumumkan, jurnalis investigatif mengungkapkan, mengapa suatu hal diumumkan atau terjadi, mengapa terjadi lagi.
Pekerjaan investigasi wartawan berkaitan dengan nilai intensitas keingintahuan mengenai ‘how the world works or fails to work’. Seorang investigator tidak menerima mentah-mentah pernyataan sumber-sumber resmi.
Ada tiga level atau tingkatan kerja dalam dunia jurnalisme:
- Level pertama, reporter melaporkan kejadian masyarakat dan memaparkan apa yang terjadi
- Level kedua, menginterpretasikan apa yang harus dilakukan
- Pada level ketiga, mencari pelbagai bukti yang ada di balik sebuah peristiwa
Pekerjaan investigasi yang dilakukan seorang jurnalis investigasi boleh dibilang sama dengan tugas detektif. Seorang detektif memulai pekerjaannya dengan hal-hal kecil yang sederhana. Ia mencari dan mengumpulkan bukti-bukti permulaan yang ringan untuk kemudian secara berangsur-angsur meningkat hingga akhirnya mendapatkan bukti/petunjuk besar guna menuntaskan pekerjaannya, begitu juga dengan peliputan investigasi yang dilakukan oleh seorang jurnalis investigatif. Mereka sama-sama melakukan proses penyamaran (undercover), terjun ke lokasi yang berbahaya (hot spot), mengumpulkan informasi (collecting data), mewawancarai sumber (interviewing), dan menyimpulkan (concluding) semua temuan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi kejadian guna menemukan kebenaran sejati yang sesungguhnya terjadi dan selanjutnya membeberkannya ke publik.
Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News (sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap nggak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas. Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).
"Artikel Investigasi" adalah :
- Hasil penelusuran (cerita dibalik cerita)
- Mengungkapkan masalah sistemik, bukan berita lepas
- Bermaksud memperbaiki hal-hal yang keliru
- Menjelaskan masalah sosial yang komplek
- Mengungkapkan skandal
Kesulitan dan hambatan:
- Keterbatasan waktu, dana dan sumber informasi
- Keraguan editor
- Tentangan dari perusahaan tempat kerja
- Kasus white collar crime kurang menjadi perhatian publik ketimbang politik
- ancaman keselamatan.
Reportase adalah pemberitaan, pelaporan, tehnik yang diajarkan kepada wartawan. Laporan kejadian berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan.
-ada 3 sumber info:
- observasi:mengawasi dng teliti, mengamati
- dokumen:sebuah tulisan yang memuat informasi
- wawancara: -off record (dimana informasi yang diberitahukan tidak boleh dipublikasikan)
-on record(informasi yang diberitahukan boleh dipublikasikan)
Pendapat: Dengan membaca point penting diatas di dalam Jurnalisme Investigasi, maka kita dapat lebih mengerti sebenarnya tidak mudah dalam memperoleh suatu berita yang baik, tepat dan menarik. dan juga bisa lebih memperhatikan setiap topik, dari segi isi cerita, juga penulisan detail, sehingga dapat tercipta berita yang hangat yang dapat ditujukan pada sasaran investigasi.
Pendapat: Dengan membaca point penting diatas di dalam Jurnalisme Investigasi, maka kita dapat lebih mengerti sebenarnya tidak mudah dalam memperoleh suatu berita yang baik, tepat dan menarik. dan juga bisa lebih memperhatikan setiap topik, dari segi isi cerita, juga penulisan detail, sehingga dapat tercipta berita yang hangat yang dapat ditujukan pada sasaran investigasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar