Kamis, 30 September 2010

FILSAFAT BAHASA


Filsafat bahasa adalah salah satu disiplin ilmu filsafat yang berhubungan dengan bahasa, seperti hubungan antara bahasa, kesadaran dan realitas. Dari hal ini dihasilkanlah dua bidang penelitian:
  1. hubungan antara bahasa dan realitas; dan
  2. hubungan antara bahasa dan kesadaran.
Filsafat bahasa berhubungan erat dengan bidang lainnya seperti epistemologi dan filsafat pikiran.
Namun, bagaimanapun juga filsafat bahasa tidak dapat disamakan dengan analisis bahasa (linguistik). Analisis Bahasa yang telah dikenal sejak zaman Socrates merupakan sebuah metode filosofis yang digunakan di berbagai bidang filsafat. Filsafat bahasa terutama digunakan untuk menganalisis konsep-konsep yang menggambarkan bahasa, misalnya pada saat menganalisis makna, tujuan dan konsep.
Filsafat bahasa merupakan salah satu cabang linguistik. Akan tetapi tidak termasuk baik itu pada kategori Linguistik Umum, yang sebagian besar menggunakan metode empiris, ataupun semiotika, yaitu teori tanda dan sistem tanda.
Pendekatan kebahasaan
Dalam filsafat bahasa pada dasarnya ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk membedakan bahasa:
  1. filsafat bahasa ideal; dan
  2. filsafat bahasa normal.
Meskipun secara historis mereka tidak tampak harmonis, namun dua pendekatan ini pada dasarnya saling terikat pada satu sama lain.
Filsafat Bahasa Ideal
Pendekatan ini menganggap bahasa yang biasa kita gunakan masih memiliki kekurangan, hal ini diakibatkan berbagai ketidakakuratan yang tidak memenuhi tuntutan logika. Tujuan dari pendekatan ini adalah merevisi atau bahkan mengganti bahasa yang digunakan untuk tujuan keperluan ilmu pengetahuan melalui bahasa formal yang ideal. Proyek seperti ini tidaklah mudah untuk diterapkan, karena masalah mendasar adalah bahwa setiap bahasa, termasuk bahasa formal harus dapat diinterpretasikan dengan baik. Akan tetapi, dengan kita menginterpretasi berarti kita menggunakan bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Meskipun demikian, pendekatan ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan saat ini, karena kita dapat mempelajari hubungan logis dan konseptual pada bahasa formal ini.
Sebagai pendirinya adalah seorang ahli matematika, ahli logika, serta filsuf bahasa asal Jerman Gottlob Frege. Ia ingin mewujudkan proyek ini dalam notasi konseptualnya. Tokoh penting lainnya adalah Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead, yang menulis “Principia Mathematica”Ludwig Wittgenstein pada tidak ketinggalan menulis sebuah karya berjudul “Tractatus Logico-Philosophicus”. Kemudian masih ada  Rudolf CarnapWilliam Kamlahserta  Paul Lorenzen sebagai pendiri konstruktivisme Erlangen.
Filsafat Bahasa Normal
Pendekatan ini tidak menganggap bahwa bahasa sebagai kekurangan, melainkan melihatnya sebagai alat yang dapat digunakan untuk tujuan pemahaman lingkungan sosial. Peran bahasa bukanlah untuk merevisi atau bahkan mengganti bahasa normal, tetapi misalnya untuk menjelaskan aturan melalui identifikasi konteks konseptual.
Penggagasnya adalah Ludwig Wittgenstein, yang belakangan menulis “Filosofi Investigasi”. Adapun tokoh-tokoh lainnya adalah Gilbert RyleJohn Austin dan Peter Langshaw Strawson. Pendekatan ini telah memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan tindak tutur yang telah menjadi bagian penting dari linguistik, yaitu pragmatik. Banyak para ahli yang mewarnai untuk pendekatan ini melalui berbagai isu spesifik, termasuk di dalamnya mengenai perdebatan tentang hubungan antara pikiran dan materi (Geist und Materie).

Rabu, 29 September 2010

SIMBOL DAN ARSITEKTUR 1

Symbol :
• merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan sesuatu yang telah berlangsung disemua kebudayaan sepanjang waktu
• mencerminkan intelektualitas, emosi dan spririt manusia
• memungkinkan terjadinya sebagian besar hubungan komunikasi manusia dalam bentuk tertulis
maupun verbal, gambar ataupun isyarat
• merupakan bahasa universal lintas budaya dan Zaman



Kenneth Burke described homo sapiens as symbol using, symbol making, and symbol mis-using animal
contoh: angka 8 dianggap beruntung dan membawa hoki.
             angka 4 dianggap anggap mebawa kesialan, maka di kebanyakkan gedung ditiadakan lantai 4.


Arsitektur, dalam definisi yang lebih luas, meliputi semua kegiatan desain :
• dari level mikro (desain bangunan atau bangun-bangunan, kompleks bangunan, desain furnitur)
• ke tingkat makro (desain perkotaan: kawasan, bagian kota, arsitektur lansekap) saat ini, arsitektur dapat merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia TI



Karya arsitektur sering dianggap:
- Karya seni
- simbol politik dan budaya
Sejarah peradaban manusia sering diidentikkan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri.


arsitektur lahir dari dinamika antara:
- kebutuhan (tempat tinggal, keamana, ibadah, dan lain-lain)
- cara (bahan bangunan, teknologi, keterampilan yang tersedia)


Vitruvius, arsitek Roma pada awal abad ke-1 Masehi berpendapat,
bangunan yang baik harus memenuhi tiga prinsip (De architectura) :
- firmitatis
- utilitatis
- venustatis

• daya tahan - berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik
• utility - bermanfaat danberfungsi dengan baik bagi orang-orang yang menggunakannya
• keindahan – menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka

Budaya tradisional melibatkan faktor-faktor yang bersifat :
• fisik
• nonfisik
• khususnya bersifat simbolik
• Simbol-simbol digunakan untuk mengkomunikasikan makna susunan tertentu dalam banyak peradaban kuno, arsitektur dan urbanisme mencerminkan keterlibatan konstan dengan yang ilahi dan supernatural
Kota Terlarang di Bejing
• bangunan yang mencerminkan seni bangunan klasik Cina dan arsitektur feodal.
• kompleks Kota Terlarang sejak 1987 menjadi karya arsitektur yang dilindungi
oleh UNESCO
• Istana Kaisar dinasti Ming dan Qing
• dibangun pada tahun 1407 oleh dinastiKaisar Ming ke III (1368-1644)
• merupakan tempatkediaman Kaisardinasti Qing lainnya (1644-1911)
A. Meridien Gate
B. Gate of Divine Might
C. West Glorious Gate
D. East Glorious Gate
E. Corner towers
F. Gate of Supreme Harmony
G. Hall of Supreme Harmony
H. Hall of Military Eminence
J. Hall of Literary Glory
K. Southern Three Places
L. Palace of Heavenly Purity
M. Imperial garden
N. Hall of Mental Cultivation
O. Palace of Tranquil
P. Longevity



Pendapat: dengan menerima materi kuliah mengenai simbol dan arsitektur, saya dapat lebih memahami lagi lebih luas makna dari simbol dan arsitektur beserta dengan contoh-contoh yang diberikan.

Jumat, 24 September 2010

JURNALISME INVESTIGASI

JURNALISME investigasi adalah satu bagian dalam dunia jurnalistik. Tidak hanya sekedar meliput dan merekam sebuah kejadian menjadi berita, jurnalisme investigasi berbuat lebih jauh lagi. Wartawan investigatif biasa mencari data dan fakta secara mendalam terkait suatu kasus yang tidak nampak di permukaan atau memang sengaja disembunyikan ke publik. Kasus-kasus dimaksud bisa berupa sebuah perkara kriminal, skandal korupsi, ataupun skandal lainnya.


Jurnalis investigasi sangat seletif dan skeptis terhadap bahan berita resmi, meneliti dengan kritis setiap pendapat, catatan dan bocoran informasi, tidak serta merta membenarkan. Jika wartawan umum memberitakan apa yang terjadi atau yang diumumkan, jurnalis investigatif mengungkapkan, mengapa suatu hal diumumkan atau terjadi, mengapa terjadi lagi.
Pekerjaan investigasi wartawan berkaitan dengan nilai intensitas keingintahuan mengenai ‘how the world works or fails to work’. Seorang investigator tidak menerima mentah-mentah pernyataan sumber-sumber resmi. 


Ada tiga level atau tingkatan kerja dalam dunia jurnalisme:


  •  Level pertama, reporter melaporkan kejadian masyarakat dan memaparkan apa yang terjadi
  •  Level kedua, menginterpretasikan apa yang harus dilakukan
  •  Pada level ketiga, mencari pelbagai bukti yang ada di balik sebuah peristiwa
Pekerjaan investigasi yang dilakukan seorang jurnalis investigasi boleh dibilang sama dengan tugas detektif. Seorang detektif memulai pekerjaannya dengan hal-hal kecil yang sederhana. Ia mencari dan mengumpulkan bukti-bukti permulaan yang ringan untuk kemudian secara berangsur-angsur meningkat hingga akhirnya mendapatkan bukti/petunjuk besar guna menuntaskan pekerjaannya, begitu juga dengan peliputan investigasi yang dilakukan oleh seorang jurnalis investigatif. Mereka sama-sama melakukan proses penyamaran (undercover), terjun ke lokasi yang berbahaya (hot spot), mengumpulkan informasi (collecting data), mewawancarai sumber (interviewing), dan menyimpulkan (concluding) semua temuan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi kejadian guna menemukan kebenaran sejati yang sesungguhnya terjadi dan selanjutnya membeberkannya ke publik.

Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News (sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap nggak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas. Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).
 "Artikel Investigasi" adalah :

  1. Hasil penelusuran (cerita dibalik cerita)
  2. Mengungkapkan masalah sistemik, bukan berita lepas
  3. Bermaksud memperbaiki hal-hal yang keliru
  4. Menjelaskan masalah sosial yang komplek
  5. Mengungkapkan skandal
Kesulitan dan hambatan:
  • Keterbatasan waktu, dana dan sumber informasi
  • Keraguan editor
  • Tentangan dari perusahaan tempat kerja
  • Kasus white collar crime kurang menjadi perhatian publik ketimbang politik
  • ancaman keselamatan.

Reportase adalah pemberitaan, pelaporan, tehnik yang diajarkan kepada wartawan. Laporan kejadian berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan.

-ada 3 sumber info:
  • observasi:mengawasi dng teliti, mengamati
  • dokumen:sebuah tulisan yang memuat informasi
  • wawancara: -off record (dimana informasi yang diberitahukan tidak boleh dipublikasikan)
                             -on record(informasi yang diberitahukan boleh dipublikasikan)


Pendapat: Dengan membaca point penting diatas di dalam Jurnalisme Investigasi, maka kita dapat lebih mengerti sebenarnya tidak mudah dalam memperoleh suatu berita yang baik, tepat dan menarik. dan juga bisa lebih memperhatikan setiap topik, dari segi isi cerita, juga penulisan detail, sehingga dapat tercipta berita yang hangat yang dapat ditujukan pada sasaran investigasi.

Jumat, 10 September 2010

SEMIOTIKA

SEMIOTIKA

Semiotika adalah ilmu tentang tanda yang akhirnya membahas juga masalah penggunaan kombinasi tanda di masyarakat. Semiotika dikembangkan oleh seorang Swiss bernama Ferdinand de Saussure yang banyak mempelajari linguistik. Dari kaya-karyanya di bidang ini teoritikus-teoritikus Perancis mengembangkan apa yang disebut sebagai strukturalisme. Strukturalisme memiliki arti penting dalam studi linguistik dan studi budaya.


Semiotika menurut Berger memiliki dua tokoh, yakni Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan Charles Sander Peirce (1839-1914). Kedua tokoh tersebut mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain. Saussure di Eropa dan Peirce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan adalah linguistik, sedangkan Peirce filsafat. Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiologi (semiology).

Semiotika menurut Berger memiliki dua tokoh, yakni Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan Charles Sander Peirce (1839-1914). Kedua tokoh tersebut mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain. Saussure di Eropa dan Peirce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan adalah linguistik, sedangkan Peirce filsafat. Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiologi (semiology).



Awal mulanya konsep semiotik diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure melalui dikotomi sistem tanda:  
  • signified :gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa
  • signifier : bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca.
  • signifie dan significant yang bersifat atomist

Konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara ‘yang ditandai’ (signified) dan ‘yang menandai’ (signifier).Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi, penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa (Bertens, 2001)
Semiotika merupakan bidang studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja (dikatakan juga semiologi). Dalam memahami studi tentang makna setidaknya terdapat tiga unsur utama yakni; (1) tanda, (2) acuan tanda, dan (3) pengguna tanda. Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita, tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri, dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga disebut tanda. Misalnya; mangacungkan jempol kepada kawan kita yang berprestasi.

TANDA LEVEL
Tanda yang dikaitkan dengan ground/ representamen :
dibaginya menjadi:
  • Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda (mis. warna hijau)
  • Sinsign adalah eksistensi aktual benda atau peristiwa / realitas fisik yang nyata. (mis. rambu lalu lintas)
  • Legisign adalah norma/ hukum yang dikandung oleh tanda (mis. suara pluit wasit)
LEVEL OBJEK




  • Ikon adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan; misalnya foto.
  •  Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan; misalnya asap sebagai tanda adanya api.
  • Simbol adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya. Hubungan di antaranya bersifat arbitrer, hubungan berdasarkan konvensi masyarakat, misalnya kata, bendera

LEVEL INTERPRETANT
  •  Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Tanda tampak bagi interpretant sebagai sebuah keungkinan, misalnya: konsep
  •  Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai dengan kenyataan.

Pendapat: Semiotika merupakan bidang studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita, dan bergantung pada pengenalan oleh penggunanya sehingga disebut tanda.